Selasa, 29 Maret 2016

Biantara (Bahasa Sunda)

BIANTARA
Biantara nyarita hareupeun balarea pikeun
nepikeun hiji perkara, sipatna monolgis, ukur
direspon ku unggeuk/gideg, keprok, jeung pasemon.

Tujuan Biantara
Informatif
Persuasif jeung Instruktif
Edukatif
Entertaint

Materi Biantara
1. Bubuka
2. Eusi
3. Bahasan
4. Kacindekan

Metode Biantara
Metode Impromtu
Metode Ngapalkeun (memoriter)
Metode Naskah (manuscrip)
Metode ekstemporan

GUNA BIANTARA
- Pikeun nepikeun rupaning kapentingan/maksud.
- Ngaronjatkeun ajen diri
- Ngarojong Leadership
- Jadi puseur paniten masarakat, dihormat jeung dihargaan.

WANDA BIANTARA
Ceramah
Pamapag/sambutan
Pedaran/bahasan hiji pasualan
Natar (up grading)
Laporan
Kampanyeu/propaganda

Tarekah Ngaronjatkeun Kamampuh Biantara
Diajar dina organisasi
Numuwuhkeun kawani tumanya
Ngaregepkeun ceramah ilmiah
Rea maca

TAHAPAN BIANTARA
A. PERSIAPAN
Nangtukeun tujuan jeung topik
Ngawasa materi nu rek ditepikeun
Mikanyaho audience
Mikaweruh situasi jeung kondisi
Nyiapkeun fisik jeung mental
B. TAHAP MIDANG
Muka omongan
Ngabiantarakeun eusi
Nutup biantara

Report Text (Bahasa Inggris)

Report text adalah jenis teks yang mengumumkan hasil penyelidikan atau mengumumkan sesuatu . Informasi yang diberikan dalam teks laporan adalah informasi yang sangat umum.
Apasih yang membedakan report text dan descriptive text? Jika Anda membandingkannya dengan seksama, bedanya adalah recont text menjelaskan sesuatu secara general atau umum sedangkan descriptive text menjelaskan sesuatu yang spesifik atau khusus. Report text juga biasanya bersifat ilmiah.

Tujuan

“Social function of report text is to present information about something generally to the reader.”

Social function dari report text adalah untuk menyajikan informasi tentang sesuatu secara umum kepada pembaca.
Secara umum, report text menggambarkan hal-hal yang berkenaan dengan fenomena alam , buatan manusia dan sosial di lingkungan kita , seperti : mamalia , planet-planet , batu , tanaman , negara-negara dan kota, budaya , transportasi , dan sebagainya. Dan report text bersifat ilmiah karena menyajikan fakta-fakta sebagai hasil penelitian atau observasi.

Generic Structure

General Classification
berisi pernyataan umum tentang subject yang dibicarakan atau dibahas.
Description
merupakan bagian yang memberikan gambaran secara detail mengenai subject yang dibahas pada bagian general classification.

Contoh Report Text

Venice
General Classification :
Venice is a city in northern Italy. It is the capital of region Veneto. Together with Padua, the city is included in the Padua-Venice Metropolitan Area. Venice has been known as the “Queen of the Adriatic”, “City of Water”, “City of Bridges”, and “The City of Light”. The city stretches across 117 small islands in the marshy Venetian Lagoon along the Adriatic Sea in northeast Italy.
Description:
Venice is world-famous for its canals. It is built on an archipelago of 117 islands formed by about 150 canals in a shallow lagoon. The islands on which the city is built are connected by about 400 bridges. In the old center, the canals serve the function of roads, and every form of transport is on water or on foot.
You can ride gondola there. It is the classical Venetian boat which nowadays is mostly used for tourists, or for weddings, funerals, or other ceremonies. Now, most Venetians travel by motorized waterbuses (“vaporetti”) which ply regular routes along the major canals and between the city’s islands. The city also has many private boats. The only gondolas still in common use by Venetians are the traghetti, foot passenger ferries crossing the Grand Canal at certain points without bridges.
You can see the amusing city’s landmarks such as Piazza San Marco, Palazzo Contarini del Bovolo, Saint Mark’s Cathedral or villas of the Veneto. The villas of the Veneto, rural residences for nobles during the Republic, are one of the most interesting aspects of Venetian countryside. They are surrounded by elegant gardens, suitable for fashionable parties of high society. The city is also well known for its beautiful and romantic view, especially at night.

Demikian penjelasan Report Text: Pengertian, Tujuan, Generic Structure, dan Contoh Terlengkap, semoga bermanfaat. Baca juga tentang narrative text dan procedure text. Nantikan atikel lainnya dari KBI. Terimakasih.

MUSIK ASIA (Seni Musik)

1. Musik Melayu
Negara yang masuk ke dalam rumpun melayu di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam. Ciri utama musik melayu adalah menggunakan alat musik membranophone atau gendang tradisional yang menghasilkan sentuhan dendang dan joget.

2. Musik Oriental
Negara oriental antara lain Cina, Jepang, Korea, dan Hongkong. Pada musik oriental yang paling menonjol adalah instrument string (alat musik petik dan gesek) dengan tangga nada pentatonic setempat.

3. Musik Hindustan
Musik Hindustan yang paling dominan adalah dari Negara India dan Pakistan. Musik Hindustan mudah dikenali dari ritme instrument tabla. Tabla yaitu kendang dai India yang berupa sepasang kendang berbentuk kendil, dimainkan dengan sentuhan jari dan telapak tangan.

4. Musik Timur Tengah
Musik timur tengah antara klain qasidah. Qasidah ialah lagu yang bernapaskan islam yang melodinya berakar pada lagu timur tengah (Arab). Penyajian lagu-lagu timur tengah menggunakan iringan seperangkat rebana. Lagu-lagu qasidahberdasarkan tangga nada tradisional dari timur tengah. Tangga nadanya memiliki skala nada diatonic dan kandungan nada-nada mikrotonik.

I.            Musik Melayu
Musik Melayu adalah aliran musik tradisional yang bermula dan berkembang di wilayah pantai timur Sumatra, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Musik ini biasanya dinyanyikan oleh orang-orang dari suku bangsa Melayu yang tidak jarang diiringi pula dengan tarian khas Melayu setempat misalnya tari Persembahan dalam perhelatan atau pesta adat, penyambutan tetamu kehormatan, dan dalam kegiatan keagamaan. Yang menarik dari aliran musik ini terletak pada susunannya yang terdiri dari lirik lagu yang mengandung syair yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari dan penuh dengan tunjuk ajar (pesan moral), diisi dengan suara atau vokal khas cengkok Melayu, dan aransemen musik yang tersusun rapi.
Seiring dengan perkembangan zaman musik Melayu mengalami keberingsutan gaya musik misalnya saja mengalami perpaduan dengan aliran musik pop, musik rok, dan dangdut. Aliran ini dapat dijumpai di negara-negara serumpun Melayu, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
II.            Musik Oriental
Musik Oriental adalah musik yang lahir dan berkembang di kawasan Asia Timur seperti di Negara Jepang, Korea, Cina.
Ciri musik Oriental antara lain:
a.       alat musik yang dominan adalah alat musik string
b.      menggunakan tangga nada pentatonis
c.       musiknya menimbulkan suasana ekspresif
Lagu-lagu Oriental contohnya: -Qing Fei De Yi, Wo Aini, Kokoronotomo
Keunikan musik Oriental adalah Instrumennya menimbulkan suasana ekspresif
III.            Musik Hidustan
Musik Hindustan mudah dikenali dari ritme instrumen tabla yaitu kendang India berbentuk bejana (kendil), dimainkan dengan sentuhan jari dan telapak tangan.
Alat musik India yang lainya yaitu Vina, yaitu alat musik petik India. Alat itu mempunyai 7 dawai dengan jangkauan nada yang lebih luas dari 2 oktaf. Alat ini adalah alat yang paling sempurna dan yang paling mengakar di hati masyarakat India dibandingkan dengan alat-alat yang lain. Musik/ lagu-lagu Hindustan popular karena sering digunakan sebagai ilustrasi musik (musik Score) dalam industri perfilman di Bollywood. Lagu-lagunya yang popular dan familiar adalah diantaranya lagu Kuch Kuch Hotahai.

Imam Kepada Hari Akhir (PAI)

Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa seluruh alam termasuk alam dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran ditandai dengan ditiupnya terompet malaikat Israfil. Dijelaskan bahwa pada hari itu semua benda yang di langit sudah tidak beraturan lagi. Baik bintang, planet, maupun bulan saling bertabrakan. Gunung-gunung meletus, hancur, dan bertaburan. Badai, ombak sangat dahsyat, manusia pontang-panting tidak dapat mengenali sanak saudaranya, yang akhirnya semua kehidupan hancur dan mati.


Artinya : “Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tidak ada keraguan padanya dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur” (QS Al-Hajj: 7)
Kejadian mengenai hari kiamat digambarkan oleh Allah SWT begitu dahsyat, sebagaimana tertuang dalam surah Al Qariah dan surat Az Zalzalah berikut.

Artinya : “Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”

Artinya : “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,”
Nama-nama lain hari kiamat.
1. Alam Barzah (Yaumul Barzah)
Alam barzah yang dikenal dengan alam kubur yang merupakan permulaan pintu gerbang menuju akhirat atau batas antara alam dunia dengan alam akhirat.
2. Yaumul Ba’as
Yaumul ba’as adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur menuju ke padang mahsyar setelah ditiupkan sangkakala yang kedua oleh malaikat Israfil.
3. Yaumul Mahsyar
Yaumul Mahsyar adalah saat dikumpulkannya seluruh manusia yang dibangkitan tadi di sebuah padang yang sangat luas bernama padang Mahsyar.
4. Yaumul Mizan / Hisab
Arti kata mizan adalah timbangan, sedangkan hisab artinya perhitungan. Dua istilah ini sangat mirip maknanya sehingga antara yaumul mizan dan yaumul hisab sama maknanya.
Fungsi Iman Kepada Hari Kiamat
1. Menjadikan manusia rajin beribadah
2. Mendorong manusia selalu meminta ampun kepada Allah SWT
3. Mendorong manusia untuk berperilaku baik
4. Berusaha menghindari perbuatan dan perilaku yang tidak baik

APRESIASI SENI RUPA MURNI (SENI RUPA)

A.    Seni Rupa Murni
Bentuk karya seni rupa terdiri atas bentuk dua dimensi (dwimatra),yang memiliki ukuran panjang dan lebar, hanya bisa dinikmati dari satu sudut pandang. Contohnya lukisan, batik, ilustrasi, dan tiga dimensi (trimatra), memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggidapat dilihat dari berbagai arah. Contohnya adalah patung, wayang golek,diorama, arsitektur, meja, dan kursi.
 Secara umum seni rupa terbagi dua cabang, yaitu seni rupa murni (pure art/fine art) dibuat dengan fungsi keindahan. Contohnya adalah seni patung dan seni lukis.Dan seni murni terapan (appied art),dibuat bukan hanya fungsi keindahan, namun dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya  ukiran kursi, vas bunga, tas dan kipas.
1      Seni Lukis
Seni lukis adalah seni yang mengekspresikan pengalaman artistic seorang seniman melaluibidang dua dimensi. Para seniman seni lukis memanfaatkan unsure bidang, warna, tekstur, bentuk, nada, komposisi, dan ritma serta ungkapan ide, gagasan, tema, isi, dan perasaan untuk membuat sebuah karya seni.
Berdasarkan media, bahan, dantekniknya, seni lukis dapat dibedakan menjadi, beberapa macam, antara lain :
a.    Lukisan Cat Minyak (Oil Painting) adalah lukisan yang menggunakan cat berupa tepung atau pasta yang dilarutkan/dicampur dengan minyak (lijn oil). Media yang digunakan untuk melukis adalah kanvas, triplek, atau kertas. Alat yang digunakan untuk melukis adalah kuas atau pisau palet. Cat minyak yang digunakan biasanya dijual dalam bentuk kemasan(tube) salah satu pelukis Indonesia yang menggunakan cat minyak adalah Ivan Sagito.
b.    Lukisan Cat Air (Water Colour) adalah lukisan yang menggunakan media cat air yang memiliki sifat transparant (tembus pandang)/aquarel yang dilarutkan dengan air. Medianya membuat lukisan cat air dengan umumnya lertas putih atau kertas khusus cat air.
c.    Lukisan Pastel (Oil Pastel) adalah lukisan yang menggunakan butiran pigmen warna yang telah dipadatkan seperti batangan kapur. Cara melukisnya dengan menggoreskan batangan ke atas permukaan kertas bertekstur atau kanvas. Lukisan ini menghasilkan jejak-jejaktekstur yang tidak rata.
d.   Lukisan Arang (Conte) adalah lukisan yang menggunakan arang (conte) dapat menghasilkan lukisan berkesan gelap terang. Pengaturan nuansa bentuk dan cahaya sangat menonjol dari lukisan ini. Lukisan arang tidak hanya berwarna hitam saja, dewasa ini banyak dipakai warna-warna yang lain seperti merah, biru, coklat, krem dan hiaju. Conte biasannya berbentui serbuk tapi adapula yang berbentuk batangan seperti pensil. Cara penggunaan dibiasanya digosok menggunakan kapas atau kuas.
e.    Lukisan Al-Fresco : termasuk jenis lukisan dinding (mural). Al-fresco sendiri mengandung arti fresh atau segar.

Teknik melukis dikerjakan dengan teknik tempera yang dibuat pada saat tembok masih dalam keadaan basah, kemudian dilapisi dengan “lepa” sehingga catnya mudah meresap dan tahan lama. Lukisan ini berkembang pada zaman renaissance pada diding gereja. Salah satu seniman yang terkenal adalah Michaelangelo yang melukis pada kubah gereja St. Pieters di Roma dan lukisan Raphael di Istana Vatican.
f.     Lukisan al secco : media yang digunakan untuk lukisan al secco sama dengan lukisan al fresco, namun lukisan al secco dilukis setelah temboknya kering. Contohnya lukisan Leonardo da Vinci berjudul The Last Super menghiasi gereja Santa Maria Delle Grazie di Milan (Italia).
g.    Lukisan Tempera : adalah lukisan yang dibuat ditembok (mural). Setelah tembok kering, catnya diaduk dengan bahan perekat, bahkan ada kalanya cat air dicampur dengan putih telur sehingga hasilnya seperti cat minyak. Lukisan tersebut disebut juga Gouace. Lukisan tempera banyak ditemukan di daerah Eropa. Lukisan ini menjadi hiasan dinding gereja dan istana. Puncak kemegahan lukisan ini adalah pada zaman Renaisance.
h.    Lukisan Azalejo : adalah lukisan yang dikerjakan dengan cara menenpel potongan dari suatu bentuk tertentu sesuai dengan pola gambar.
i.      Lukisan Mozaik : adalah lukisan yang menggunakan teknik menempelkan pacahan kaca,porselen, nulir mineral, batu berwarna atau biji-bijian yang disusun sesuai pola gambar. Biasannya dilukiskan pada diding, bangunan, lantai, dan langit-langit. Lukisan ini ditemukan di Tiongkok, mesir Kuno, Yunani, Romawi, India juga dikembangkan di Indonesia.
j.      Lukisan Intersia : lukisan intarsia tekninya sama dengan mozaik, hanya bahan yang ditempelkan berupa kayu tipis atau kulit kayu pada papan yang diberi warna-warni. Lukisan ini banyak ditemukan di Jepang, Tiongkok, dan Swiss.
k.    Lukisan Kolase (collage) : adalah lukisan yang menggunakan teknik temple, patri, las, ikat, renda, jahit, dan jalin. Media yang digunakan bisa barang bekas seperti onderdil mesin, limbah, papan, kulit kayu, kerang, kain perca, bulu binatang, dan serat.
l.      Lukisan Kaca (Glass Painting) : lukisan yang dibuat dengan menempelkan bagian kaca yang satu dengan kaca yang lain dengan bantuan timah. Kaca-kaca tesebut dibentuk dan ditempelkan sesuai dengan pola tertentu dengan warna-warna yang beragam. Lukisan kaca berkembang pada zaman Ghotic di Eropa dan digunakan untuk menghiasi gereja-gereja Katolik. Lukisan kaca dapat juga dibuat dengan cara dilukis dengan menggunakan cat minyak. Caranya adalah melukis terbalik sehingga hasilnya berada dibelakang kaca. Di Indonesia lukisan ini berkembang pesat di daerah Trusmi Cirebon ( Jawa Barat).
m.  Lukisan Batik (Batik painting) : membuat batik bahannya pada kain diperlukan kain, lilin cair, dan canting. Sedangkan membuat lukisan batik diperlukan kain dan cat berupa naphtol dan indigos..Hasil lukisan batik ini lebih ekspresif dibandingkan denganbatik yang dibuat dengan canting. Beberapa seniman yang menonjol dalam teknik ini diantaranya Amri Yahya, Abas Alibasyah, Bambang Utoro, Bagong Kussudiarjo, dan Kuswaji Kawendro.
2      Seni Patung
Seni patung merupakan suatu bentuk pengungkapan pengalaman artistik seniman yang ditampilkan dalam wujudkarya tiga dimensi (trimatra). Hasil karya ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

a.    Bahan dan Teknik Pembuatan Patung.
Untuk membuat sebuah patung ada beberapa bahan dan teknik yang di gunakan. Berikut ini diantaranya :
1)   Bahan keras : dapat berupa kayu, batu cadas atau andesit, logam, gading, tulang, dan tanduk. Teknik yang dapat digunakan untuk membuat patung dari bahan keras adalah dengan teknik pahat, kecuali bahan yang terbuat dari logam. Semnetara yang terbuat dari bahan keras logam seperti perunggu, kuningan, emas, perak, tembaga, besi bisa dilakukan dengan teknik cor (bivalve dan a cire perdue), tempa, patri, dan las tuang.
2)   Bahan palstis : dapat berupa tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur kertas, sabun, dan gips. Patung dari bahan plastis bisa dibuat dengan teknik membentuk, membutsir, mencetak, nodelling, coiling, pijit, dan slabing.
b.   Bentuk dan Wujud Seni Patung
Berikut ini beberapa bentuk dan wujud patung :
·      Bagian kop : pembuatan patung yang hanya menggambarkan bagian kepala saja.
·      Bagian buste : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian dada atau bentuk dada dan kepala.
·      Bagian torso : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan badan.
c.    Teknik Membuat Patung
Dalam membuat patung seorang seniman dapat menggunakan berbagai teknik bergantung pada bahan dan keahlian yang dimilikinya. Teknik-teknik tersebut, antara lain :
1)      Teknik mengecor : adalah teknik yang dipakai jika media yang digunakan bersifat cairan. Sebelum mengecor seorang pematung harus membuat cetakan terlebih dahulu. Untuk mendapat cetakan, pematungharus membuat  model patung jadi atau model positif, setelah itu pematung membuat cetakan negatif. Bahan yang digunakan untuk membuat patung berbeda dengan bahan untuk membuat cetakannya. Contohnya, jika bahan yang digunakan untuk membuat patung adalah logam, maka bahan untuk embuat cetakannya adalah gips atau tanah liat.  Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat cetakan adalah bagian yang satu dengan yang lain diusahakan tidak terkunci, supaya mudah dilepas. Ada dua jenis cetakan teknik mengecor patung menggunakan teknik, yaitu :
a.         Bivalve yaitu teknik mengecor dengan cetakan yang dapat dibongkar pasang. Teknik ini dipakai untuk mendapatkan hasil dalam jumlah banyak dengan model yang sama.
b.         A cire perdue dpakai hanya untuk mendapatkan satu hasil, sekali pakai. Cetakan terbuat dari bahan yang mudah dipecahkan seperti tanah liat, gips.
2)      Teknik modeling : adalah teknik membuat suatubentukdengan caramemijit, meremas, dan membentuk sesuai yang diinginkan. Bahan yang digunakan adalah bahan yang bersifat plastis seperti, tanah liat, platisin, lilin, dan bubur kertas.
3)      Teknik Konstruktif (Menempel) : teknik membuat patung dengan cara menempelkan bagian yang satu dengan yang lain sedikit demi sedikit sehingga menjadi sebuah karya patung. Bahan yang dipergunakan bervariasi, bisa tanah liat, lilin, logam, dan bubur kertas.

B.  Sikap Apresiatif terhadap Karya Seni Murni
1      Seni Lukis
Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman menentukan tujuan pembuatan karya, antara lain :
a.    Tujuan Religius : menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditujukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para Dewa. Contohnya lukisan pada gua Leang-leang di Maros, Sulawesi selatan.
b.    Tujuan Magis : menjadikan lukisan yang dibuat mendatangkan magis atau sihir. Lukisan tersebut bersifat primitif.
c.    Tujuan Simbolis : kegiatan melukis untuk melambangkan suatu cita-cita kehidupan pribadi atau kelompok. Misalnya, cita-cita kebahagiaan, kedamaian, kekuatan, dan kehendak positif yang bermanfaat bagi manusia. Contohnya lukisan yang dibuat dengan tujuan simbolis adalah lukisan kepahlawanan P. Diponegoro karya basuki Abdullah.
d.   Tujuan Estetis : kegiatan melukis dengan semata-mata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contohnya lukisan pemandangan.
e.    Tujuan komersial : melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis dijalan.
f.     Tujuan Ekspresi : melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsure-unsur lain.
2      Seni Patung
Dalam pembuatan seni patung, para seniman juga menentukan tujuan pembuatan karya-karyanya. Berikut ini beberapa diantaranya :
a.    Tujuan Religius :  untuk acara keagamaan. Contohnya arca-arca yang terdapat pada candi-candi yang metupakan perwujudan dari dewa.
b.    Tujuan Monumen : bertujuan untuk politis, historis, simbolis, dan filosofis. Contohnya patung Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan patung Jendral Soedirman, Monumen Serangan Oemum  1 maret di Jogjakarta.
c.    Tujuan Kebesaran Raja : dibuat untuk menghormati dan mengagungkan raja. Contohnya Ratu Ken Dedes sebagai Devi Prajnaparamitha.
d.   Tujuan Ekspresif : bertujuan dibuat semata-mata hanya mengutamakan segi ekspresi estetis, ide, gagasan, dan persaan seniman saja. Contohnya beberapa seniman patung yang bertujuan ekspresif adalah Edi Soenarso, Nyoman Nuarta, Saptoto, G. Sidharta, Rita Widagdo, dan I Gusti Nyoman Lempad.

Globalisasi (PKN)

1.      Pengertian Globalisasi
a.       Menurut A.G. McGrew (1992)
Globalisasi adalah proses di mana berbagai peristiwa, keputusan, dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia lain.
b.      Menurut Martin Albrow
Globalisasi adalah seluruh proses di mana penduduk dunia terinkorporasi (tergabung) ke dalam masyarakat dunia yang tunggal.
c.       Menurut Bank Dunia
Globalisasi berarti kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan untuk memprakarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang dari negara-negara lain.
d.      Menurut International Monetary Fund (IMF)
Globalisasi berarti meningkatnya saling ketergantungan ekonomi antara negara-negara di dunia yang ditandai oleh meningkat dan beragamnya volume transaksi barang dan jasa lintas negara dan penyebaran teknologi yang meluas dan cepat.
e.       Menurut Lodge
Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam aspek budaya, ekonomi, politik, teknologi, maupun lingkungan.
f.       Menurut Malcolm Walters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang menyebabkan batasan geografi dalam kondisi sosial-budaya menjadi tidak penting yang ditransformasikan dalam kesadaran masyarakat.
g.      Menurut Ichlasul Amal
Globalisasi adalah proses munculnya masyarakat global, yaitu suatu dunia yang terintegrasi secara fisik dengan melampaui batas-batas negara, baik ideologis dan lembaga-lembaga politik dunia.
h.      Menurut Sri Budi Eko Wardani
Globalisasi adalah suatu proses di mana hubungan-hubungan atau transaksi ekonomi, politik, dan sosial kultural makin tak memperhitungkan batas-batas negara dan mengaburkan batas kedaulatan suatu negara.
     
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, kita bisa mendapatkan beberapa kata kunci yang menjadi unsur dari pengertian globalisasi.
a.      Adanya saling mempengaruhi, keterkaitan, dan ketergantungan.
b.     Meliputi berbagai bidang, baik ekonomi, politik, sosial budaya maupun teknologi.
c.      Melintasi batas negara.
Kesimpulannya, globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan saling mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
2.      Perkembangan Globalisasi
Globalisasi menguat pada tahun 1950-an dan 1960-an, meskipun akar globalisasi telah muncul jauh sebelum waktu tersebut. Globalisasi terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Apabila tahun 1980-an globalisasi seringkali dianggap sebagai sesuatu yang berada di luar jangkauan, maka mulai tahun 1990-an globalisasi telah berada di ”depan mata”
3.      Hal  yang mendorong terjadinya Globalisasi
a.       mulai tumbuh dan berkembangnya perdagangan antar negara
b.      penanaman modal asing
c.       kemajuan teknologi dan transportasi
4.      Adapun penyebab meningkatnya globalisasi
a.       adanya perubahan politik dunia seperti runtuhnya Uni Soviet
-          aliran informasi yang cepat dan luas
b.      berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional


Rounded Rectangle: Tugas Siswa
 
Bentuklah beberapa kelompok di dalam kelas, (tiap kelompok terdiri dari 4 siswa) kemudian lakukan kegiatan berikut :
1.      Datangilah supermarket, mini market atau swalayan yang ada di dekat tinggalmu
2.      Perhatikan produk-produk yang dijual dalam supermarket, minimarket atau swalayan yang terdapat dalam toko tersebut
3.      Catatlah minimal 10 produk-produk yang diimpor dari negara lain. Produk-produk tersebut dapat berupa produk elektronika, makanan, mimuman, pakaian dan produk lain
4.      Dari data yang telah kamu peroleh, negara manakah yang paling banyak mengekspor produk-produknya
Data Barang/Produk  Impor dan asal negaranya :
No
Jenis Barang
Nama Produk
Negara Asal Produk
Toko Penjual
1




2




3




4




5




6




7




8




9




10




5.      Menurut pendapatmu, mengapa kita mengijinkan produk-produk dari luar negeri masuk ke Indonesia
6.      Sebutkan keuntungan dan kelebihan dari masuknya produk-produk luar negeri ke Indonesia
7.      Bandingkan hasil pekerjaan yang kamu peroleh dengan kelompok lain
8.      Diskusikan dengan kelompok lain dan buat kesimpulan
5.      Aspek-aspek Globalisasi
Globalisasi dapat dilihat melalui beberapa aspek,yaitu
a.      Ekonomi
Hakikat globalisasi dalam aspek ekonomi identik dengan perdagangan bebas.
Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor impor atau hambatan perdagangan lainnya.
Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi nontarif pada barang impor.
b.      Teknologi dan Informasi
Selain aspek ekonomi, globalisasi dapat juga dilihat dari aspek teknologi dan informasi.Globalisasi informasi yang terjadi sekarang dimungkinkan oleh penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. Mula-mula melalui radio, televisi, kemudian melalui jaringan internet.
Dampak yang dimungkinkan oleh penggunaan radio dan TV adalah tidak ada batasan ruang dan waktu. Apa yang terjadi di Ethiopia, Afrika, sudah dapat diketahui di Jakarta atau Banyumas pada siaran berita di Indonesia satu jam sesudah terjadinya peristiwa itu.
Selain radio dan TV, teknologi terkini yang sudah banyak digunakan di masyarakat adalah internet. Melalui internet dan e-mail, pengiriman informasi dalam jumlah yang tak terbatas serta dalam waktu yang cepat sangat mungkin untuk dilakukan. Kelebihan internet lainnya adalah biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah.
c.       Budaya
Globalisasi budaya meliputi perubahan pada beberapa aspek, yaitu
a.      aspek bahasa, : Inggris, Mandarin,
b.      aspek gaya hidup, - pola hidup instan
c.      aspek makanan, pakaian, musik, dan film
Ciri-ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan,yaitu
1.      berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional,
2.      penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism) dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya,
3.      berkembangnya turisme dan pariwisata,
4.      semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain,
5.      berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian dan film
6.      bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.


Lengkapilah kolom berikut :
Aspek
Dampak Globalisasi
Aspek Ekonomi
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
AspekTeknologi Informasi
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
Aspek Budaya
..........................................................................................................
.......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... ..........................................................................................................
6.      Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
Globalisasi menjadi sesuatu yang penting bagi Indonesia karena hal-hal sebagai berikut.
1.      Pemerataan teknologi.
2.      Pengalihan ilmu pengetahuan.
3.      Berkembangnya perdagangan antarnegara dapat menambah devisa negara Indonesia.
4.      Dapat diambilnya nilai positif dari globalisasi.
7.      Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
a.      Dampak pada Aspek Ekonomi
Globalisasi telah mendorong terjadinya penanaman modal asing, baik langsung maupun tidak langsung. Penanaman modal asing ini dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal sehingga dapat membuka lapangan kerja baru. Sebagai contoh adalah pembukaan pabrik-pabrik di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Karawang, Cilegon, dan wilayah lain di Indonesia.
Akan tetapi, globalisasi juga telah mendorong terjadinya peningkatan kesenjangan pembangunan ekonomi antara negara industri maju dan negara berkembang.Kedatangan perusahaan asing justru mematikan industri-industri lokal. Kondisi ini dikarenakan sumber daya yang dimiliki oleh negara-negara berkembang jauh tertinggal. Dominasi yang dilakukan oleh negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang dan miskin semakin terlihat jelas.
Pada pasar bebas,  individu dituntut untuk bersaing dengan individu lain. Individu yang tidak mampu bersaing akan tersingkir. Di sinilah perlunya peningkatan sumber daya manusia.
Yang terjadi di Indonesia generasi muda semakin tidak mampu memenuhi tuntutan jaman, karena sudah menjadi generasi yang ahli dalam mengkonsumsi, bukan lagi memproduksi
b.      Dampak pada Aspek Teknologi dan Informasi
Globalisasi telah mendorong makin berkembangnya teknologi dan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain, melalui televisi, radio, dan berbagai media cetak.
Globalisasi dalam bidang informasi dan teknologi memiliki beberapa dampak negatif antara lain :
1.      Media yang berasal dari negara Barat yang semakin membanjiri masyarakat muda
2.      Adanya sarana dan fasilitas yang begitu canggih menyebabkan tidak ada dorongan untuk secara langsung terjun ke masyarakat, kemampuan interaksi individu akan menurun. . Menyebabkan  semakin melemahnya rasa kekekuargaan dan kegotong royongan terutama di kalangan  generasi muda
3.      Kecenderungan meningkatnya kejahatan seksual, salah satu penyebabnya adalah mudahnya pengaksesan situs-situs internet yang berbau pornografi
4.      Meningkatnya kejahatan global dan kriminalitas perbankan yang menggunakan kecanggihan teknologi dan penyelundupan narkoba internasional yang memanfaatkan transportasi modern
c.       Dampak pada Aspek Budaya
Budaya adalah segi yang paling rentan terkena dampak globalisasi. Globalisasi dapat menyebabkan penyebaran nilai-nilai positif yang datang dari budaya luar.
Globalisasi juga dapat mempengaruhi nilai-nilai luhur yang hidup dalam asyarakat. Sekarang nilai-nilai tersebut mulai banyak ditinggalkan, karena semakin kuatnya nilai individual yang menggusur semangat kekeluargaan  dalam masyarakat
    Jelajah
Untuk menambah wawasan tentang menyikapi arus globalisasi dalam kehidupan, kamu dapat menjelajah www.globaljust.com
8.      Dampak Positif dan Dampak Negatif Globalisasi
a.   Dampak Positif Globalisasi antara lain :
-       Meningkatnya dinamika (Perubahan) Komunikasi dan Transportasi
-       Terbukanya lapangan kerja
-       Pesatnya pertumbuhan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di bidang HAM dan Lingkungan Hidup
-       Menumbuhkan Semangat Toleransi antar Penduduk Dunia
-       Pesatnya Gerakan Demokrasi di Berbagai Negara
    
b.  Dampak Negatif Globalisasi antara lain :
-       Semakin kuatnya kelompok ekonomi Kuat dan Semakin Lemahnya Daya Saing Pemilik Modal Kecail
-       Menurunnya Kualitas Sumber Daya Alam
-       Meningkatnya Kerusakan Lingkungan
-       Semakin Canggih Tindak Kejahatan yang Menggunakan Teknologi Canggih
-       Meningkatnya budaya konsumtif
Tugas
Carilah kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga kita
maupun negara-negara maju di bidang Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Teknologi,
dan Hankam
Dari contoh-contoh tersebut, coba klasifikasikan, mana yang perlu diambil atau
ditiru oleh bangsa Indonesia? Mana yang tidak perlu ditiru oleh bangsa Indonesia?
9.      Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional di Era Global
Politik adalah cara atau strategi untuk mencapai tujuan
Politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.
Secara sederhana politik luar negeri diartikan sebagai skema atau pola dari cara dan tujuan secara terbuka dan tersembunyi dalam aksi negara tertentu berhadapan dengan negara lain atau sekelompok negara lain
Dalam arti luas, politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.
Politik luar negeri berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk mengikuti pilihan jalan tertentu
Melalui politik luar negeri, pemerintah     memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa”.
a.      Landansan Politik Luar Negeri Indonesia
¨      Landasan Idiil                   : Pancasila
¨      Landasan Konstitusional  : UUD 1945 Pemb alinea I dan IV
¨      Landasan Operasional       : Tap MPR No II/MPR/1988 tentang GBHN
b.      Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia
            Mengabdi kepada kepentingan nasional. Kepentingan nasional tidak hanya meliputi keamanan nasional tetapi juga tata dunia baru yang berdasarkan kemerdekaan, perdamian abadi dan keadilan sosial
Berikut tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh politik luar negeri Indonesia :
1.      Membentuk negara Indonesia yang demokratis, bersatu, berdaulat dari Sabang sampai Merauke
2.      Membentuk masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil,  dan makmur baik lahir maupun batin dalam wadah NKRI
3.      Membentuk persahabatan dan kerjasama dengan negara-negara di dunia terutama negara-negara Asia dan Afrika dalam membentuk tata dunia baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme
c.       Sarana untuk melaksanakan Politik Luar Negeri
Sarana yang dapat dipkai untuk melaksanakan politik luar negeri ada dua  yaitu :
1.      Diplomasi
      Diplomasi dalam arti luas mencakup seluruh kegiatan politik luar negeri suatu negara
2.      Perundingan dan Perjanjian
                                    Perundingan atau negosiasi adalah pertemuan antara dua negara atau lebih lewat wakil-wakilnya (para diplomatnya) dengan maksud untuk saling mengubah atau menopang tujuan dan kebijakan masing-masing negara untuk mencapai kesepakatan mengenai masalah/isue kontroversial
     
d.      Instrumen Diplomasi
Ada dua macam instrumen yang dapat digunakan untuk melaksanakan diplomasi yaitu :
1.      Departemen Luar Negeri di Jkt ada di pejambon
Menlu Bp Marty Natalegawa
2.      Perwakilan Diplomatik dari suatu  negara yang ditempatkan di negara lain (KBRI)- Kedubes RI
Orang nya disebut diplomat dan kebal hokum, an hanya bisa diusir (dipersona non grata)
e.       Tingkatan Kepala Perwakilan Diplomatik
Tingkatan-tingkatan Perwakilan Diplomatik menurut konvensi Wina tahun 1815 yaitu:
1.      Duta besar berkuasa penuh (Ambassador),
Yaitu perwakilan tingkat tinggi dan mempunyai kekuasaan penuh serta luar biasa.Duta besar atau lengkapnya duta besar luar biasa dan berkuasa penuh adalah pejabat diplomatik yang ditugaskan ke pemerintahan asing berdaulat, atau ke sebuah organisasi internasional, untuk bekerja sebagai pejabat mewakili negerinya. Dalam penggunaan sehari-harinya dapat digunakan sebagai pejabat setingkat menteri yang ditempatkan di negara asing. Pejabat diplomatik yang melakukan tugas antara dua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dikenal sebagai konsulat jenderal. Negara tuan rumah biasanya memberikan kuasa kepada duta besar untuk menguasai daerah tertentu yang disebut sebagai kedutaan, yang wilayahnya, staff, dan bahkan kendaraan biasanya diberikan imunitas diplomatik ke banyak hukum di negara tersebut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcah3L6nGng8cSi3E2bnZJAC1oak53OBabWIMTSnCX1W5PzkBgNkfDIergB8z4it0W_hXHevIPgsPyEpsZfqTGLa_0gXPTA8sZIKyixJThy_dNzQyHGHs5_GucVlc8dv17Q3pMe2Is3qk/s400/dubes.jpg
Presiden SBY saat melantik sejumlah duta besar RI 3 Sept 2012 (dok: viva.co.id)


Biasanya ditempatkan pada negara yang banyak menjalin hubungan timbal balik dan diakrediter oleh kepala negara. Duta besar (perwakilan dari Roma) sering disebut Nuntius. 

2. Duta (Gerzant),
Yaitu perwakilan di bawah duta besar yang dalam menyelesaikan segala persoalan harus berkonsultasi dengan pemerintahnya (kekuasaannya terbatas). Duta (perwakilan dari Roma) disebut Inter Nuntius

3. Menteri Residen
Yaitu perwakilan yang hanya mengurusi urusan negara, tidak mewakili pibadi kepala Negara. Menteri Residen tidak berhak mengadakan pertemuan dengan kepala Negara penerima.

4. Kuasa Usaha, yaitu perwakilan diplomatik tingkat rendah yang diakreditor oleh menteri luar negeri. Biasanya melaksanakan kepala perwakilan jika pejabat tersebut tidak ada di tempat. 

5. Atase, yaitu pejabat pembantu dari duta besar berkuasa penuh. Atase terdiri dari atase pertahanan (bidang militer) dan atase teknis (bidang perdagangan, perindustrian, kebudayaan dan pendidikan)

Atase militer adalah pejabat penghubung dari departemen pertahanan negaranya. Ia berkonsultasi dengan duta besar dalam segala persoalan yang berkaitan dengan kebijakan militer dan keamanan, dan melapor kepadanya tentang semua tingkat perkembangan dari kebijakan keamanan negara di mana ia ditempatkan. Ia melaksanakan tugas-tugas resmi angkatan bersenjatanya di negara penempatannya, menjalin hubungan antara angkatan bersenjata negaranya dengan angkatan bersenjata negara-negara lain serta industri persenjataan di negara tersebut. 

Ia melakukan analisis dan menentukan penilaian, ikut serta dalam berbagai konferensi dan pemeriksaan pasukan, serta menjadi pejabat penghubung untuk angkatan bersenjatanya sendiri di negara tersebut. Dalam keadaan-keadaan tertentu, ia terlibat dalam pengendalian senjata. Sebuah tugas lainnya adalah konsultasi dan rekrutmen calon-calon pelanggan untuk pekerjaan dan tugas-tugas di lingkungan angkatan bersenjata negaranya. 

Sebagai negara merdeka dan berdaulat, Indonesia mempunyai perwakilan tetap di negara lain. Perwakilan di luar negeri diselenggarakan oleh dinas diplomatik dan konsuler yaitu di bawah kementerian luar negeri. Umumnya negara yang berdaulat memiliki dua hak kedutaan yaitu:
1. Hak kedutaan aktif, yaitu kewenangan mengangkat perwakilan di negara lain

2. Hak kedutaan pasif, yaitu hak menerima perwakilan negara lain
f.       Sifat Politik Luar Negeri Indonesia
            Bebas artinya  Indonesia bebas menentukan sikap dan pandangannya        terhadap masalah-masalah internasional. Ini berarti Indonesia tidak        memihak salah satu blok baik blok Barat (liberalis) maupun kekuatan          blok Timur (komunis)
            Aktif artinya Indonesia aktif memperjuangkan terwujudnya perdamaian     dan ketertiban
g.      Asas Politik Luar Negeri Indonesia
1.      Menunjukkan kemauan baik dan mengambil sikap toleran terhadap negara-negara lain
2.      Hidup bersama dengan negara lain dalam perdamaian sebagai tetangga baik
3.      Bekerja sama dengan negara lain dalam suasana persahabatan
h.      Ciri Politik Luar Negeri
Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanan Politik RI (1984-1989) oleh Menteri Luar Negeri tanggal 19 Mei 1983 disebutkan :
1.      bebas aktif
2.      anti kolonialisme
3.      mengabdi kepada kepentingan nasional
4.      demokratis
-         )
10.  Pelaksanaan Politik Luar Negeri Indonesia
a.       Pelaksanaan politik luar negeri masa orde lama (82)
Pada  masa tersebut Republik Indonesia semakin terikat pada blok komunis, sedangkan negara-negara blok Barat dimusuhi dan dicap sebagai “nekolim”, kolonialismeimperialisme gaya baru. Persahabatan dan perdamaian di dunia menjadi berkonfrontasi dengan negara serumpun mengganyang Malaysia. Pada masa Orde Lama itu muncullah apa yang dikenal dengan nama poros Jakarta - Pnom Penh - Hanoi- Peking - Pyongyang, dan berakhir pada klimaksnya peristiwa pemberontakan komunis dengan G. 30.S/PKI nya pada tanggal 30 September 1965.
b.      Pelaksanaan politik luar negeri masa orde baru (83)
Pada bulan Juni sampai Juli 1966 Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara
(setelah anggota-anggotanya diperbaharui) menyelenggarakan Sidang Umum dengan menghasilkan sebanyak 24 ketetapan. Salah satu ketetapan MPRS tersebut adalah Ketetapan No.XII/MPRS/1966 tentang Penegasan Kembali Landasan Kebijaksanaan Politik Luar Negeri RI. Di dalam ketetapan tersebut antara lain diatur hal-hal sebagai berikut :
1) Bebas-aktif, anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
2) Mengabdi kepada kepentingan nasional dan Amanat Penderitaan Rakyat. Politik Luar Negeri Bebas Aktif bertujuan mempertahankan kebebasan Indonesia terhadap imperialis dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dan menegakkan ke tiga segi kerangka tujuan Revolusi, yaitu :
1) Pembentukan satu Negara Republik Indonesia yang berbentuk Negara Kesatuan dan Negara Kebangsaan yang demokratis, dengan wilayah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke.
2) Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur material dan spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu.
3) Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia, terutama sekali dengan negara-negara Afrika dan Asia atas dasar bekerjasama membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju kepada perdamaian dunia yang sempurna.
Kemudian secara berturut-turut penegasan politik luar negeri yang bebas-aktif oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat selalu dipertegas dalam setiap kali menyelenggarakan sidang umum, baik Sidang Umum 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, 1998 maupun dalam Sidang Umum MPR 1999. Penegasan politik Luar Negeri Bebas-Aktif yang dituangkan di dalam Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 Bab III huruf B Arah Pembangunan Jangka Panjang, di sana ditegaskan : Dalam bidang politik luar negeri yang bebas aktif diusahakan agar Indonesia terus dapat meningkatkan peranannya dalam memberikan sumbangannya untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil dan sejahtera.
c.       Pelaksanaan politik luar negeri masa reformasi
Sidang Umum MPR 1999 juga kembali mempertegas politik luar negeri Indonesia. Dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN, Bab IV Arah Kebijakan, huruf C angka 2 tentang Hubungan Luar Negeri, dirumuskan hal-hal sebagai berikut:
1) Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan  berorientasi pada kepentingan nasional, menitik beratkan pada solidaritas antar Negara berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
2) Dalam melakukan perjanjian dan kerjasama internasional yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak harus dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat.
3) Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan diplomasi pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif Indonesia di dunia internasional, memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap warga Negara dan kepentingan Indonesia, serta memanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.
4) Meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional, melalui kerjasama ekonomi regional maupun internasional dalam rangka stabilitas, kerjasama dan pembangunan kawasan.
5) Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, APEC dan WTO.
6) Memperluas perjanjian ekstradisi dengan negaranegara sahabat serta memperlancar prosedur diplomatic dalam upaya melaksanakan ekstradisi bagi penyelesaian perkara pidana.
7) Meningkatkan kerjasama dalam segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dan kerjasama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas, pembangunan dan kesejahteraan.
Politik Luar Negeri di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004 – 2009, dalam visi dan misi beliau diantaranya dengan melakukan usaha memantapkan politik luar negeri. Yaitu dengan cara meningkatkan kerjasama internasional dan meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional. Prestasi Indonesia sejak 1 Januari 2007 menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dimana Republik Indonesia dipilih oleh 158 negara anggota PBB. Tugas Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB adalah :
1). Ketua Komite Sanksi Rwanda
2). Ketua komite kerja untuk pasukan penjaga perdamaian
3). Ketua Komite penjatuhan sanksi untuk Sierra Leone
4). Wakil Ketua Komite penyelesaian konflik Sudan
5) Wakil Ketua Komite penyelesaian konflik Kongo
6). Wakil Kertua Komite penyelesaian konflik Guinea Bissau
Baru-baru ini Indonesia berani mengambil sikap sebagai satu-satunya negara anggota tidak tetap DK PBB yang bersikap abstain ketika semua Negara lainnya memberikan dukungan untuk memberi sanksi pada Iran. Selain itu Republik Indonesia juga dipercaya dunia untuk duduk sebagai anggota Dewan Hak Asasi
Manusia (HAM) PBB yang bermarkas di Jenewa. Jika tahun lalu untuk masa tugas 1 tahun, maka sekarang Republik Indonesia terpilih untuk periode 3 tahun
hingga 2010. Saat itu dalam Sidang Majelis Umum PBB, Republik Indonesia memperoleh dukungan 182 suara diantara 190 negara anggota yang memiliki hak pilih. Hal ini berarti masyarakat internasional menaruh apresiasi yang tinggi terhadap upaya penegakan HAM di Indonesia. Republik Indonesia sendiri akan
memanfaatkan masa keanggotaan di Dewan HAM untuk melanjutkan implementasi progresif berbagai komitmen yang telah disampaikan Pemerintah Republik Indonesia
sendiri.
d.      Pelaksanaan Politik Luar Negeri dalam hal sifat aktif:
            Berikut  beberapa peranan penting Indonesia dalam hubungan         internasional :
1.      Indonesia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April 1955  di Bandung dan pada tanggal 22 – 23 April 2005 di Jakarta
2.      Indonesia memprakarsai berdirinya Gerakan Non Blok (Non Align Movement)
3.      Indonesia memprakarsai berdirinya Asean tanggal 8 Agustus 1967
4.      .Indonesia aktif membantu penyelesaian berbagai konflik di bebagai belahan dunia dengan mengirimkan Kontingen Garuda atas nama Pasukan Perdamaian PBB (hal 92)
Peran yang cukup menonjol yang dimainkan oleh Indonesia adalah dalam rangka membantu mewujudkan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. Dalam hal ini Indonesia sudah cukup banyak pengirimkan Kontingen Garuda (KONGA) ke luar negeri. Sampai sekarang ini Indonesia telah mengirimkan kontingen Garudanya sampai dengan kontingen Garuda yang ke duapuluh tiga (XXIII).
Secara garis besar kontingen garuda yang telah dikirim ke luar negeri secara berturut-turut adalah :
1.      Konga I bertugas di Mesir, yang dikirim pada bulan Nopember l956, dengan
tugas mengamankan dan mengawasi genjatan senjata di Mesir.
2.      Konga II dikirim pada bulan September l960 yang bertugas di Kongo. Tugas ini diembannya sampai bulan Mei l961.
3.      Konga III dikirim ke Kongo pada bulan Desember l963 sampai Agustus l964.
4.      Konga IV, Konga V dan Konga VII di kirim ke Vietnam, dan bertugas mulai bulan Januari l974.
5.      Konga VI, dikirim ke Sinai, Mesir, bertugas dari bulan Agustus l973 sampai April l974.
6.      Konga VIII, ke Sinai, Mesir, pada bulan September l974.
7.      Konga IX, ke Irak-Iran, pada bulan Agustus l988 sampai bulan Nopember l990.
8.      Konga X, ke Namibia, pada bulan Juni l989 sampai Maret l990.
9.      Konga XI, ke perbatasan Irak-Kuwait, pada bulan April l991 sampai Nopember l991.
10.  Konga XII, ke Kamboja, pada bulan Oktober l991 sampai Mei l993.
11.  Konga XIII, ke Somalia, pada bulan Juli l992 sampai Mei 1993
12.  Konga XIV, ke Bosnia Herzegovina, bulan Nopember l993 sampai Nopember l995.
13.  Konga XV, ke Georgia, bulan Oktober l994 sampai Nopember l995.
14.  Konga XVI, ke Mozambik, tahun l994.
15.  Konga XVII, ke Philipina, Oktober l994 sampai Nopember l994.
16.  Konga XVIII, ke Tajikistan, Nopember l997.
17.  Konga XIX, yang terdiri atas XIX-1, XIX-2, XIX-3 dan XIX-4, bertugas di Siera Leone, mulai l999 sampai 2002.
18.  Konga XX, bertugas di Republik Demokratik Kongo, tahun 2005.
19.  Konga XXI-XXIII , bertugas di Lebanon, 2006- sampai sekarang.
Selain pengiriman Kontingen Garuda, Indonesia juga mempunyai sumbangan yang cukup berarti bagi penyelesaian sengketa yang terjadi di Kamboja, dengan menyelenggarakan Pertemuan Informal Jakarta (Jakarta Informal Meeting) I dan II.
Indonesia juga menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menjadi anggota Badan Tenaga Atom Internasional. Salah seorang putra terbaik Indonesia juga pernah memegang jabatan Presiden Majelis Umum PBB yaitu Adam Malik tahun 1971.
e.       Faktor Penentu Politik Luar Negeri
a.      Letak Geografis
      Letak dan kondisi geografi suatu negara mempengaruhi kebijakan politik luar   negeri. Suatu negara dengan kondisi geografi sebagian besar lautan, misalnya,      akan mengembangkan politik luar negeri dan kerja sama dengan negara-      negara yang mampu membantu pengembangan geografis lautan.
b.      Faktor Kependudukan
      Jumlah dan kualitas penduduk di suatu negera akan mempengaruhi kebijakan   politik luar negerinya. Suatu negara dengan jumlah penduduk yang padat   tentu akan mengembangkan politik luar negeri yang mampu mengatasi       kepadatan penduduk.
c.       Faktor Sumber Daya Ekonomi
Suatu negara pasti ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui sumber daya ekonomi yang dimiliki. Agar sumber daya ekonomi yang dimiliki suatu negara dapat dimanfaatkan secara maksimal, diperlukan kebijakan kerja sama dengan negara lain.
d.      Faktor Ideologi
Ideologi suatu negara menjadi acuan dalam membangun negara, termasuk kebijakan politik luar negeri. Bahkan tidak jarang suatu negara mengembangkan politik luar negeri untuk mengembangkan pengaruh ideologinya.
e.       Faktor Hukum dan Kebijakan
Aturan hukum suatu negara, terutama UUD menjadi acuan utama suatu negara dalam mengembangkan politik luar negeri.
f.       Politik luar negeri bebas-aktif diwujudkan melalui berbagai kebijakan-kebijakan berikut.
a.    Berhubungan dan bekerja sama dengan negara lain atas dasar persamaan derajat antarbangsa.
b.   Mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara lain.
c.    Membantu negara lain yang membutuhkan.
d.   Bergabung dengan organisasi internasional.
e.    Mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara lain.
f.    Mengirimkan pasukan perdamaian untuk membantu penyelesaian konflik di negara lain.
g.      Pentingnya Politik Luar Negeri di Era Global
Politik luar negeri mempunyai arti yang sangat penting dalam percaturan global. Pentingnya politik luar negeri di era global adalah sebagai berikut.
a.      Meningkatkan kerja sama antarbangsa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, keamanan, dan kepribadian bangsa.
b.      Membangun tatanan dunia global yang tertib dan damai.
c.      Meningkatkan kebersamaan antarnegara dalam mengatasi berbagai persoalan global, seperti terorisme, kerusakan lingkungan, dan kejahatan internasional.
h.      Dampak Globalisasi Terhadap Bangsa Indonesia
3.    Bidang Politik
a.       Meningkatnya kesadaran dan gerakan yang menyuarakan demokratisasi, penegakan HAM, dan supremasi hukum.
b.      Semakin kuatnya pengawasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah demi tegaknya pemerintah yang bersih, transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
c.       Maraknya gerakan demonstrasi (unjuk rasa) yang melibatkan massa, sebab masyarakat mengikuti nilai-nilai budaya politik berbagai negara yang sering terlihat di berbagai media massa. Selain itu, demonstrasi memang diperbolehkan oleh undang-undang, walaupun terkadang melanggar ketentuan undang-undang.
d.      Semakin banyak terbentuknya partai politik, organisasi nonpemerintah, dan LSM. Hal ini disebabkan karena globalisasi telah mendorong bangkitnya kesadaran akan hak berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran baik lisan maupun tulisan, seperti yang telah tertuang di dalam UUD 1945, pasal 28. Akibatnya, sekarang ini banyak berdiri partai politik, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan organisasi-organisasi nonpemerintah lainnya.
     
4.    Bidang Ekonomi
a.        Adanya liberalisasi perdagangan mendorong pemilik modal besar semakin kuat dan pemilik modal kecil semakin lemah dalm perdagangan bebas.
b.       Banyaknya industri besar bertaraf internasional menggunakan perangkat teknologi canggih. Hal ini membuat industri tersebut hanya memerlukan sedikit SDM. Hanya orang-orang yang ahli-ahli saja yang bisa bekerja dan menggunakan teknologi canggih tersebut. Dengan demikian, banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak terserap.
c.        Kuatnya pengaruh mata uang dollar Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia. Kondisi ini membuat kehidupan perekonomian Indonesia banyak bergantung pada kestabilan nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
d.       Privatisasi beberapa Bada Usaha Milik Negara (BUMN). Misalnya, privatisasi Perusahaan Indosat oleh Singtel sebuah perusahaan asing dari Singapura.
e.        Berkurangnya subsidi bagi rakyat. Contoh penghapusan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, harga BBM menjadi mahal dan membuat kehidupan rakyat Indonesia menjadi menderita. Sebab hampir semua kegiatan kehidupan menggunakan BBM terutama minyak tanah. Berkaitan dengan dana subsidi BBM, pemerintah mengeluarkan dana kompensasi BBM untuk penduduk miskin.
5.    Bidang Sosial Budaya
a.        Semakin tumbuhnya sikap individualistis dan lunturnya sikap toleran, kesetiakawanan sosial, dan gotong royong.
b.       Semakin memudarnya nilai moralitas dan agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c.        Semakin derasnya nilai-nilai budaya dan gaya hidup barat yang diterima masyarakat melalui media cetak maupun elektronik dan ditiru mentah-mentah meskipun belum tentu sesuai dan cocok dengan kebiasaan dan budaya sendiri.
6.    Bidang Lingkungan Hidup
a.        Meningkatnya pencemaran air dan udara akibat aktivitas industri-industri besar di Indonesia.
b.       Meningkatnya kerusakan hutan akibat penebangan besar-besaran, baik yang legal maupun ilegal.
c.        Meningkatnya peristiwa kebakaran hutan yang diakibatkan oleh pembukaan hutan dengan cara membakar hutan.
i.        Dampak Globalisasi Terhadap Bangsa Indonesia
1.  Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Masyarakat
a.       Semakin tumbuhnya pola hidup individualis dan pragmatis
b.      Tingkat kepedulian dan kesetiakawanan sosial dirasakan semakin luntur
c.       Interaksi dan kebersamaan sosial secara fisik cenderung berkurang, namun dinamika komunikasi dan jangkauan masyarakat semakin luas
d.      Semakin tingginya persaingan hidup masyarakat
e.       Nilai-nilai moral etik dalam pergaulan masyarakat cenderung terabaikan
2.  Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
a.       Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai warganegara
b.      Tingkat kontrol masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi
c.       Pola hubungan antar negara semakin dekat dan saling terkait, ketergantungan dan pengaruh mempengaruhi
d.      Semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan pria-wanita (kesetaraan gender) dalam politik
e.       Tumbuhnya gerakan pro demokrasi dan hak asasi manusia
j.        Penentuan sikap terhadap Dampak Globalisasi
       Sikap-sikap yang sebaiknya dikembangkan dalam menghadapi Globalisasi :
a.       Meningkatkan Sumber Daya Manusia
b.      Meningkatkan Kualitas nilai Keimanan dan Moralitas Masyarakat
c.       Mendorong dan mendukung Upaya pemerintah Indonesia untuk Memperjuangkan Keadilan dan Keseimbangan Antar Bangsa
d.      Mendorong dan Mendukung Upaya Pemerintah Indonesia untuk Mendesak Negara-negara Maju agar mau Memberikan Dana Perbaikan Lingkungan Hidup
e.       Meningkatkan Jiwa dan Semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme